Cegah Covid-19, Forkopimda dan Ketua Organisasi Keagamaan Gresik Keluarkan Maklumat Bersama

Cegah Covid-19, Forkopimda dan Ketua Organisasi Keagamaan Gresik Keluarkan Maklumat Bersama
Peristiwa Daerah
Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq saat membacakan maklumat yang telah disepakati beraama didampingi pejabat forkopimda

GRESIK - Demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, ketua organisasi keagamaan mengeluarkan maklumat bersama.

Maklumat tersebut berisi tentang ditiadakannya seluruh kegiatan keagamaan di tempat ibadah seperti Masjid, Musala, Gereja dan Viraha maupun Klenteng yang melibatkan banyak massa.

Misalnya, Shalat Jumat diganti dengan Shalat Dhuhur. Juga, Shalat Fardhu lima waktu secara berjamaah. Semua dilaksanakan di rumah masing-masing. Selain itu, seluruh kegiatan yang melibatkan banyak massa untuk ditunda.

Maklumat yang ditetapkan hari ini, Senin (30/3/2020) dibacakan oleh Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Mansoer Shodiq, telah disepakati dan ditandatangani oleh seluruh perwakilan tokoh agama dan pejabat forkopimda.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menyampaikan, bahwa seluruh organisasi keagamaan tersebut sudah mendukung upaya Pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Mengingat gresik sudah berstatus zona merah. 

"Kami minta masukan dan menyamakan persepsi antara Pemerintah, Forkopimda, DPRD dan para ketua organisasi keagamaan demi mencegah penyebaran virus corona," ungkap Sambari.

Dikatakan, terkait kemungkinan diberlakukan karantina wilayah, pihaknya mengaku akan melaksanakan semua kebijakan pemerintah pusat. "Kami tegak lurus melaksanakan pemerintah pusat," tegasnya.

Menurutnya, tim gugus tugas dinilai tidak akan berjalan efektif jika tanpa bantuan dari para tokoh organisasi keagamaan dan seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. "Kami juga sudah koordinasi dengan seluruh kepala desa terkait warga yang pulang dari luar kota," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo didampingi Komadan Kodim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko menyatakan, semua masyarakat harus memahami dan patuh terhadap maklumat yang telah dikeluarkan hari ini.

Tujuannya, agar masyarakat tidak ikut terinfeksi virus Covid-19 yang sudah menjadi pandemi itu. Pihaknya langsung menindaklanjuti maklumat tersebut dengan melibatkan unsur tiga pilar.

Yakni Camat, Kapolsek, dan Danramil. Kemudian ditindaklanjuti ke Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa untuk disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat. "Jika ada yang melanggar tentu ada konsekuensi hukumnya," tegasnya.

Sekadar diketahui, dikeluarkannya maklumat bersama itu ditandatangani oleh Forkopimda serta ketua organisasi keagamaan dari DMI (Dewan Masjid Indonesia), FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) MUI (Majelis Ulama Indonesia), PCNU, LDII, dan Muhammadiyah.

Berikut isi maklumat yang telah disepakati.
1. Mulai Jum’at, 3 April 2020 sholat Jum’at diganti dengan Sholat Dhuhur di rumah/tempat kita masing-masing.

2. Sholat Maktubah secara berjamaah baik di Masjid maupun musholla sementara diganti pelaksanaannya dengan sholat di rumah masing-masing.

3. Berbagai kegiatan baik yang bersifat keagamaan (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu) dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara ditunda.

4. Berkaitan dengan pelanggaran terhadap tiga poin diatas, akan berkonsekuensi hukum dengan peraturan yang berlaku. (Adv)


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar