PSBB Gresik Diterapkan, Produksi dan Distribusi Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik Tetap Berjalan

PSBB Gresik Diterapkan, Produksi dan Distribusi Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik Tetap Berjalan
Peristiwa Daerah
Stok Pupuk bersubsidi di Gudang PT Petrokimia Gresik

GRESIK - Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah berjalan efektif mulai hari ini, Selasa (28/4/2020). Meski demikian, tidak berdampak pada penyaluran pupuk bersubsidi yang dilakukan Petrokimia Gresik.

Di Gresik sendiri ada delapan kecamatan yang diterapkan PSBB. Tiga diantaranya masuk wilayah operasional Petrokimia Gresik. Yakni Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar.

Sekretaris Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono menyatakan, sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 9/2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Petrokimia Gresik termasuk kategori industri yang memproduksi barang, dalam hal ini pupuk bersubsidi, untuk mendukung sektor pertanian.

"Sehingga kami masih diperbolehkan untuk beroperasi selama masa PSBB yang mulai berlaku pada hari ini hingga 11 Mei 2020 mendatang," kata Yusuf Wibisono.

Dipastikan aktivitas produksi dan distribusi ke gudang penyangga hingga ke pengecer tetap berjalan. Ini sangat penting mengingat pupuk adalah salah satu sarana produksi meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan nasional. 

"Ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menginstruksikan agar perusahaan BUMN bidang pangan selalu mempertahankan ketersediaan stok dan bahan pokok, serta menjaga penyalurannya selama pandemi," jelasnya.

Alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun 2020 sebesar 7,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, Petrokimia Gresik mendapat alokasi penyaluran 4,7 juta ton. Hingga 27 April 2020, realiasi penyaluran telah mencapai 1,69 juta ton atau 36 persen dari total alokasi Petrokimia Gresik. 

"Khusus Provinsi Jatim, realisasi penyalurannya sebesar 632 ribu ton atau 31 persen dari 2 juta ton alokasi penyaluran Petrokimia Gresik," imbuhnya.

Pupuk Indonesia selaku holding company, sebagaimana disampaikan Kepala Komunikasi Korporat Wijaya Laksana beberapa waktu lalu, telah menyiapkan satu juta ton stok pupuk bersubsidi untuk kebutuhan alokasi hingga tiga minggu ke depan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 378 ribu ton diantaranya adalah stok dari Petrokimia Gresik. Jumlah ini dua kali lebih banyak dari ketentuan pemerintah sebesar 176 ribu ton. Sedangkan Provinsi Jatim, stok yang tersedia sebesar 142 ribu ton atau 181 persen dari ketentuan pemerintah sebesar 78 ribu ton.

Meski diperbolehkan untuk tetap beroperasi, perusahaan tetap mengikuti ketentuan lainnya yang tercantum dalam Permenkes tentang PSBB. Memperhatikan jumlah tenaga kerja dan menerapkan protokol Covid-19.

Karyawan yang berusia 50 tahun lebih berdomisili diluar Gresik diterapkan Work From Home. Serta yang memiliki penyakit seperti darah tinggi, jantung, paru-paru, serta ibu hamil. Kebijakan ini berlaku untuk semua yang bekerja di lingkungan Petrokimia.

"Tenaga kerja yang berdomisili di Gresik berusia dibawah 50 tahun juga wajib menerapkan WFH. Tapi tidak penuh," jelasnya. Juga menerapkan aturan physical distancing, cek suhu tubuh dan melarang keluar kota, termasuk mudik. Bagi yang melanggar dikenakan sanksi tegas.

Petrokimia Gresik merupakan koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 BUMN di Jatim. Bersama perusahaan BUMN di Jatim lainnya, telah menyalurkan berbagai bantuan. Alat pelindung diri (APD), obat-obatan ke Rumah Sakit, sembako, masker, hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan. (Adv)


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar