Ini Pangan Alternatif di Situbondo Jika Krisis

Ini Pangan Alternatif di Situbondo Jika Krisis
Pertanian
Yogie Kripsian Sah

SITUBONDO- Ada pangan alternatif yang jadi perbincangan hangat di tengah isu berpotensinya terjadi krisis pangan secara global di masa pandemi Covid-19. Sorgum, tanaman yang berbulir dinilai layak sebagai pengganti nasi atau beras yang dimungkinkan menyusut stoknya di Indonesia, sebelum triwulan akhir tahun 2020. Hal itu disampaikan Sekretaris Disdagin (Dinas Perdagangan dan Industri) Kabupaten Situbondo, Yogie Kripsian Sah, Sabtu (30/5/2020) siang.

"Hari ini kami melakukan peninjauan lapangan ke Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk memotret kondisi real dan sekaligus survey dalam rangka menghimpun masukan dari para stakeholder khusus para petani sorgum atau bulir yang selama ini telah menanam sorgum sebagai makanan pokok tambahan selain beras," ucap Yogie.


Dari peninjauan ini , imbuh Yogie, diharapkan nantinya dapat dijadikan sebagai langkah pemerintah dalam mengantisipasi potensi krisis pangan dan menjadikan Kabupaten Situbondo berdaulat dalam bidang pangan.

"Saya mendapatkan informasi bahwa sorgum sebenarnya sudah menjadi bagian dari sejarah masa lalu, salah satunya di Desa Kedunglo. Mereka (petani, red) dahulu memang menanam bulir secara turun temurun. Namun seiring perjalanan waktu, sorgum mulai ditinggalkan lantaran makanan pokok utama berupa beras dianggap lebih enak," jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Yogie, sorgum jauh lebih bermanfaat mengingat kandungan protein, kalsium, serat dan lainnya lebih tinggi daripada beras atau padi. Dan hal itu tentu diharapkan disadari kembali oleh masyarakat sebagai konsumsi yang potensial untuk diproduksi dan dibudidayakan kembali.

Hal itu diamini oleh Kades Kedunglo, Dedy. Dia menyambut baik rencana pemerintah daerah ke depan yang akan membudidayakan penanaman sorgum sebagai bagian dari ketahanan pangan.

"Kami akan menanam sorgum di TKD (Tanah Kas Desa), namun untuk Pemdes Kedunglo baru bisa tahun depan, karena sudah terlanjur ditanami tanaman lain," ujar Kades Kedunglo.(*)


Kontributor : Irwan Rakhday
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar